Patahkan Stereotip : Tampil dengan Gaya Etnik untuk Tubuh Berukuran Besar September 11 2015 1 Comment

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Lokasi : The Kartipah, Bandung

Indische diciptakan untuk wanita Indonesia, yang sangat bermacam-macam kecantikannya. Sejak awal mendesain untuk brand ini, saya ingin mematahkan stereotip soal styling yang selama ini sudah terlalu didikte oleh fashion barat, yaitu pemahaman mengenai apa yg pantas dan tidak pantas dipakai oleh tubuh langsing maupun besar. Selama ini, saya melihat jurang pemisah yang terlalu jauh antara estetika fashion yang dipakai wanita bertubuh ideal (berani menampilkan lekuk tubuh & warna cerah), dengan fashion yang dipakai wanita bertubuh besar (selalu mencari warna gelap, desain menghindari lekuk tubuh alias "gombrang" dengan alasan menutupi lemak, harus lengan panjang, dsb.) Padahal, kadang gaya gombrang yang kurang tepat itu justru semakin menunjukkan proporsi tubuh yang pendek atau gemuk, dan belum lagi efek warna gelap yang membuat si pemakai semakin kehilangan jiwa mudanya. 

Lebih spesifik lagi, di Indonesia sekarang sedang asik-asiknya apresiasi terhadap busana bernuansa etnik/lokal. Tetapi sayangnya, kebanyakan wanita bertubuh besar di sini masih terjebak dalam keterbatasan pilihan pada gaya yang itu-itu saja. 

Sebenarnya ada banyak tips untuk mencari baju yang tepat bagi tubuh besar :

  • Pilihlah kain atasan yang ringan dan adem, seperti 100% katun, rayon woven, rayon spandex, atau chiffon (boleh sutera maupun polyester). Untuk bawahan bergaya etnik, gunakan tenun tipis seperti Tenun Troso atau Bali, atau batik tradisional "doby", yaitu kain campuran katun+polyester yang sering digunakan untuk batik yang "jatuh dan menggeloyor" tapi lebih ekonomis daripada sutera asli. Dengan cara ikat sarung yang kreatif, doby bisa memberi kesan lebih langsing dibandingkan dengan memakai batik 100% katun yang cenderung kaku dan "bulky".
  • Ukuran sangat menentukan! Jangan pernah memilih baju yang kesempitan dengan harapan akan tampak lebih langsing, ataupun yang kebesaran dengan harapan akan menutupi gelambir. Ukuran yang tepat adalah dengan kelonggaran secukupnya saja, bergantung pada style baju (yaitu antara 4-8cm keliling di area dada, pinggang dan pinggul). Kalau memang badan tidak standard dan sulit mencari baju jadi yang cocok, carilah tukang jahit yang bisa membuatkan sesuai ukuran. Custom tailoring adalah kunci! 
  • Wanita yang lebih besar di daerah atas (leher, bahu, payudara) dibandingkan dengan bawah (pinggul, kaki) bisa memilih desain yang lebih simpel di atas tetapi ramai dan menarik di bawah. Ramai tidak musti berupa motif, tapi bisa juga berupa potongan, lipatan/pleats yang unik, supaya fokus tertarik ke bawah. 
  • Tidak semua detail lipat/pleats atau draping pada baju itu menggemukkan. Ada kalanya, misalnya rok span yang polos akan membuat tampak lebih gemuk dibandingkan dengan rok yang ada detail draping di perut atau pinggul. Kadang, detail semacam itu kalau didesain dengan tepat, justru sangat mempercantik dan menutupi bidang lebar itu sehingga akan tampak lebih langsing. 
  • Warna gelap memang melangsingkan. Tetapi tidak berarti semuanya harus gelap. Aksen cerah tetap dibutuhkan baik itu dari motif atau aksesoris. 
  • Prinsip saya, untuk apa menutupi lengan besar kalau toh semua orang juga sudah tau bahwa kita memang gemuk? Hahaha... Sesekali kita boleh kok, memakai baju casual berlengan pendek, cap sleeves atau bahkan kutung, asalkan memang sesuai situasi (appropriate). Yang penting, bajunya sendiri tidak boleh terlalu ketat. 
  • Detail elemen handmade yang simple tapi cantik pada baju akan mengalihkan perhatian orang terhadap bidang yang lebar akibat gemuk. Janganlah terjebak pada batik terus. Beranikan diri untuk memakai warna polos tapi beraksen bordir dengan warna benang senada (tone-on-tone), atau opnaisel, dsb. Coba padukan dengan bawahan tenunan tradisional yang warnanya tidak terlalu kontras (calm).
  • Motif tenun sifatnya lebih geometris sehingga cenderung lebih melangsingkan daripada batik tradisional yang pada umumnya bermotif floral dan tidak beraturan.

Lihat foto-foto selengkapnya Indische dipakai oleh 26 wanita Indonesia dengan berbagai macam perbedaan dan kecantikannya di sini.