Media & Events

Indonesian Culinary & Fashion Delights 2015, Fashion Show at Lisbon Portugal January 02 2016

Created by the the Indonesian Embassy of Lisbon, Portugal, this event was meant to promote the culture of Indonesia, in a new way other than the usual "evening of traditional food and dances". They wanted to present something more relevant.

Introduction to Helianti Hilman's amazing Javara Indigenous Indonesia's finest artisanal & heritage food products and live demo of Chef Rahung Nasution's cooking is hoped to inspire, and actually make it possible for people abroad to make Indonesian inspired cuisines.

The culinary experience was also supported by a vast menu of delicious traditional homecooking by the Indonesian community in Lisbon, and each menu is personally served in "warung style" and ingredients are explained to every guest.

Whereas Indische was presented to show people how Indonesia's signature design and craftsmanship can actually be transformed into something wearable by everyone, starting from the casual kebaya to contemporary summerwear.

I think it is a smart concept that should be perfected and adapted into Indonesia's other cultural missions around the world, because the potentials are widened towards possible trade rather than only introducing the culture.

Bravo to the amazing team of our embassy staff at Lisbon especially Pak Pof Yusuf who passionately went beyond his duties to make this happen. I hope we can collaborate again in the future!!

And thanks to the models who were actually university students who volunteered for this event. You are gorgeous!

Necklaces supported by Glue Indonesia by Grace Indira Patty.

Earrings supported by Trapart by Nunun Tjondro

Makeup by Ana Delgado

Balinese Gamelan by the Portuguese group Bateria

 

Behind the Scene


26 Perempuan, 26 Tahun Kebersamaan, Rayakan Aneka Warna Perempuan Indonesia September 21 2015 3 Comments

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Jilbab Styling oleh Ira Syafitri - Lokasi : The Kartipah, Bandung 

Perkenalkan, ini teman-temanku. Kami semua adalah ibu-ibu biasa yang berkeluarga dan bekerja seperti kebanyakan wanita lainnya. Passion yang tinggi membuat kami bahagia karena bisa mencintai pekerjaan yang kami lakukan, dan mengerjakan apa yang kami cintai. Semangat ini lah yang membuat seorang wanita bisa tampil percaya diri dan cantik dengan caranya sendiri-sendiri, berapa pun usianya. Dan sepertinya, itu sudah mendarah daging di antara seluruh teman-temanku seangkatan di SMA Taruna Bakti ini. Maka di saat tercetus ide membuat sebuah reuni, kami serempak tahu, ini tidak akan menjadi reuni biasa. 
Baca selengkapnya tentang persahabatan unik Taruna Bakti.

17 Agustus 2015, adalah hari kami berkumpul, untuk memaknai kemerdekaan Indonesia dengan cara kami sendiri. Sebuah piknik, sekaligus photo shoot untuk mengeksplorasi sisi “Wanita Indonesia” kami yang bermacam-macam bentuknya.

Cuaca bersahabat menemani piknik dengan iga bakar dari Iga Dullers. Catat ya, itu minumannya temu lawak asli, bukan bir!

Cemilan yang bikin ga bisa berhenti, homemade nachos dari Letta's Kitchen.

Tampaknya memang kami terlalu bersenang-senang. Tapi jangan salah! Bermain-main dengan styling pakaian, make-up & asesoris bergaya “lokal” ini bukan hanya soal kesenangan perempuan dengan fashion, tapi ini persoalan sumbangsih kepada ekonomi negara dan pelestarian budaya bangsa. Kadang kita perlu mengingatkan diri sendiri tentang siapa kita, dengan cara yang sederhana. Apa lagi yang bisa kita perbuat, selain berbangga jadi perempuan Indonesia? Teruslah berkarya. Hargai perbedaan yang membuat kita semua unik tapi satu. Bawakan diri sebagai wanita Indonesia yang keren, apapun bentuk tubuh dan usia kita!

Baca selengkapnya mengenai Mencintai Produk Lokal, dan Patahkan Stereotip : Tampil dengan Gaya Etnik untuk Tubuh Berukuran Besar.

Merdeka!

 


Mencintai Produk Lokal September 17 2015

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Lokasi : The Kartipah, Bandung

Kita semua tahu, semakin banyak hasil produksi industri lokal yang kita pakai, semakin besar peran kita dalam menghidupkan ekonomi negara. Tetapi jangan berhenti di situ! Carilah produk yang merupakan hasil UKM, handmade, seperti batik, tenun dan bordir tangan. Yang akan terbantukan secara langsung adalah pengrajin-pengrajin lokal yang tekun melestarikan budaya bangsa. Mereka tidak peduli pada fashion, trend dan profit besar. Mereka hanya ingin dihargai pekerjaannya yang rumit itu.
Kalau kita rajin mencari, banyak sekali produk handmade yang berkualitas, dan desainnya cocok untuk berbagai kebutuhan, dari yang simple untuk sehari-hari, rapi untuk bekerja, nyaman untuk traveling, mewah untuk pesta, kebaya untuk acara resmi, sopan untuk hijab. Soal styling memang harus dipelajari, tapi kalau memang niat, akan menyenangkan karena kita bisa mengoleksi produk-produk yang sifatnya limited items alias tidak ada banyak di pasaran, sehingga kita bisa memiliki indivual style yang susah ditiru orang lain. Selain itu, kalau pintar-pintar memilih, banyak produk lokal yang memiliki nilai craftsmanship tinggi seperti batik tulis, tenun asli, sulaman, yang nantinya akan semakin berharga sebagai collector’s item dan menjadi harta yang dapat diwariskan kepada anak cucu kita.