Media & Events

Indische & Rengganis Trunk Show for Indonesian Spice Journey by Raffles October 08 2017

See video : https://www.youtube.com/watch?v=tb9xXrZftI4&t=66s

Indonesian Culinary & Fashion Delights 2015, Fashion Show at Lisbon Portugal January 02 2016

Created by the the Indonesian Embassy of Lisbon, Portugal, this event was meant to promote the culture of Indonesia, in a new way other than the usual "evening of traditional food and dances". They wanted to present something more relevant.

Introduction to Helianti Hilman's amazing Javara Indigenous Indonesia's finest artisanal & heritage food products and live demo of Chef Rahung Nasution's cooking is hoped to inspire, and actually make it possible for people abroad to make Indonesian inspired cuisines.

The culinary experience was also supported by a vast menu of delicious traditional homecooking by the Indonesian community in Lisbon, and each menu is personally served in "warung style" and ingredients are explained to every guest.

Whereas Indische was presented to show people how Indonesia's signature design and craftsmanship can actually be transformed into something wearable by everyone, starting from the casual kebaya to contemporary summerwear.

I think it is a smart concept that should be perfected and adapted into Indonesia's other cultural missions around the world, because the potentials are widened towards possible trade rather than only introducing the culture.

Bravo to the amazing team of our embassy staff at Lisbon especially Pak Pof Yusuf who passionately went beyond his duties to make this happen. I hope we can collaborate again in the future!!

And thanks to the models who were actually university students who volunteered for this event. You are gorgeous!

Necklaces supported by Glue Indonesia by Grace Indira Patty.

Earrings supported by Trapart by Nunun Tjondro

Makeup by Ana Delgado

Balinese Gamelan by the Portuguese group Bateria

 

Behind the Scene


Jakarta's Youth : Brains & Beauty - Fashion Show Modelled by University Students October 02 2015 4 Comments

Design Thinking Seminar & Talk Show by HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) - Photography by Ferry Kana & Gogor Pandu - Location : Indonesia Convention Exhibition BSD City Jakarta

2 months ago, Indische had the amazing opportunity to dress up 26 everyday women, who are my childhood friends, all now over 40 years old. They turned out beautiful, and we realised how easily Indische can be styled to fit women of all sizes. Read the complete story here.

And today, another interesting event came up. I had a solo fashion show in front of Jakarta's young university students, with them as the models as well! And guess what? They looked gorgeous also!!! So I am confident to say that Indische really can be worn by EVERYONE. 

I was informed about the fashion show just 10 days before. It was a private show for design students and practitioners who were attending the Design Thinking Seminar & Talk Show held by HDII (the Indonesian Interior Designer Association). The theme of the seminar was about personal branding, reinventing heritage, and it also happened to be Indonesia's National Batik Day. Luckily, it only took a couple of days to collect 13 girls and 2 boys from Interior Design & Architecture students from various universities in Jakarta (Universitas Indonesia, Trisakti, Mercubuana, and Binus). And oh my.... the girls were sooo pretty.... Brains and beauty at its best! 

After the show 

Behind The Scene

To make sure this fashion show would run smoothly, I asked my multi-talented friend Grace Indira Patty to help me out with the choreography, music arrangement and additional make-up. I have known her for over 25 years and I've wanted to collaborate with her for so long. At last the opportunity has come! It was such a blessing to experience working together with her even for just 2 days. For sure more will happen in the future.

The preparation of the clothes and the show was really easy... But for days I was very nervous because for the first time, I was going to do the make up myself. Yes, crazy as it sounds, I wanted to be in control of it because too many times I have seen fashion shows done by make up artists, which ended up too thick, too old, or simply too much. With the assistance of Grace, and one of my favorite models Annisa Zani who does better eye brows than me, the three of us succeeded in keeping the girls looking smart, fresh and young. 

Talking to these girls while putting on their make up gave me such a positive feeling about what I thought was an unpromising young generation. Particularly some.... who are smart, ambitious, and beautiful at the same time, they have so much opportunities and challenges ahead. 

And my message to them : at your age, you can do anything. Learn everything. Then find your passion. Once you find your passion, love it and work hard for it, and life will be good. 

 


26 Perempuan, 26 Tahun Kebersamaan, Rayakan Aneka Warna Perempuan Indonesia September 21 2015 3 Comments

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Jilbab Styling oleh Ira Syafitri - Lokasi : The Kartipah, Bandung 

Perkenalkan, ini teman-temanku. Kami semua adalah ibu-ibu biasa yang berkeluarga dan bekerja seperti kebanyakan wanita lainnya. Passion yang tinggi membuat kami bahagia karena bisa mencintai pekerjaan yang kami lakukan, dan mengerjakan apa yang kami cintai. Semangat ini lah yang membuat seorang wanita bisa tampil percaya diri dan cantik dengan caranya sendiri-sendiri, berapa pun usianya. Dan sepertinya, itu sudah mendarah daging di antara seluruh teman-temanku seangkatan di SMA Taruna Bakti ini. Maka di saat tercetus ide membuat sebuah reuni, kami serempak tahu, ini tidak akan menjadi reuni biasa. 
Baca selengkapnya tentang persahabatan unik Taruna Bakti.

17 Agustus 2015, adalah hari kami berkumpul, untuk memaknai kemerdekaan Indonesia dengan cara kami sendiri. Sebuah piknik, sekaligus photo shoot untuk mengeksplorasi sisi “Wanita Indonesia” kami yang bermacam-macam bentuknya.

Cuaca bersahabat menemani piknik dengan iga bakar dari Iga Dullers. Catat ya, itu minumannya temu lawak asli, bukan bir!

Cemilan yang bikin ga bisa berhenti, homemade nachos dari Letta's Kitchen.

Tampaknya memang kami terlalu bersenang-senang. Tapi jangan salah! Bermain-main dengan styling pakaian, make-up & asesoris bergaya “lokal” ini bukan hanya soal kesenangan perempuan dengan fashion, tapi ini persoalan sumbangsih kepada ekonomi negara dan pelestarian budaya bangsa. Kadang kita perlu mengingatkan diri sendiri tentang siapa kita, dengan cara yang sederhana. Apa lagi yang bisa kita perbuat, selain berbangga jadi perempuan Indonesia? Teruslah berkarya. Hargai perbedaan yang membuat kita semua unik tapi satu. Bawakan diri sebagai wanita Indonesia yang keren, apapun bentuk tubuh dan usia kita!

Baca selengkapnya mengenai Mencintai Produk Lokal, dan Patahkan Stereotip : Tampil dengan Gaya Etnik untuk Tubuh Berukuran Besar.

Merdeka!

 


Persahabatan Lama September 17 2015

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Jilbab Styling oleh Ira Syafitri - Lokasi : The Kartipah, Bandung 

Semua berawal dari ide teman-teman seangkatan SMA saat chatting di grup WA. Seperti biasa, ngalor ngidul seputar urusan kesenangan perempuan : dandan, baju dan makan!!! Lalu terjadilah rencana sebuah reuni yang paling dahsyat! Kenapa tidak? Sudah ada di antara kami : professional make up artist, fashion designer, jasa catering, pemilik hotel, party venue, restoran, EO, dan banyak lagi! Tetapi cerita ini bukan sekedar tentang reuni seru-seruan. Banyak hal yang ingin saya catat mengenai persahabatan unik kami ini. 

Taruna Bakti adalah sekolah yang pada jaman itu unik dengan bercampurnya murid pribumi dan keturunan Tionghoa dengan jumlah yang sama. Pergaulan anak muda yang tidak mengenali perbedaan antar etnis, agama maupun latar belakang keluarga, mengajarkan kami akan pentingnya saling paham dan kekompakan yang luar biasa sehingga membawa kami ke persahabatan yang terus berlanjut selama lebih dari 25 tahun. Juga kegiatan ekstra kurikulernya (yang untuk ukuran jaman itu sangat bervariasi), memfasilitasi kami untuk menjadi diri sendiri dan serius bidang apapun yang kami minati. Maka tidak heran, banyak di antara kami yang menjadi sukses di bidang-bidang yang kreatif dan tidak lumrah. 

Berikut adalah cerita mengenai saya sendiri dan beberapa sahabat yang ingin saya perkenalkan. Kami semua berkeluarga dan bekerja seperti kebanyakan ibu-ibu lain. Tapi passion yang tinggi membuat kami bahagia karena bisa mencintai pekerjaan yang kami lakukan, dan mengerjakan apa yang kami cintai. Baru merasakan nikmatnya "life begins at 40" bersama-sama teman lama, banyak yang kami banggakan dan syukuri terutama kesehatan dan kekuatan kami untuk terus berkarya di bidang masing-masing. 

Riri Rengganis - Fashion Designer, pemilik Indische. Baca selengkapnya di sini.   

Berti Manurung - Professional Make Up Artist. Baca selengkapnya di sini

Arletta Danisworo - MC & Voice Over Artist, pemilik Letta's Kitchen. Baca selengkapnya di sini.

Anti Gantira - CEO PT. Margahayuland Development. Baca selengkapnya di sini.

Fitri Muliati - Soprano, Pengajar Vokal, Pelatih Paduan Suara, Konduktor. Baca selengkapnya di sini.

Ina Pribadi - Terapis Multi Dimensi (MD) Acupressure & Reflexology. Baca selengkapnya di sini.

Jeany Ratna Komala (Ncik) - pemilik NUHM Solution & Operational Manager Tonny's Catering. Baca selengkapnya di sini.

Tika Garlina - Pemilik The Kartipah Hotel, Iga Dullers, Studio 2510 Bandung & 2510 Kemang Raya 39. Baca selengkapnya di sini.

Reiva Farah Dwiyana - Dosen Kedokteran dan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (dr. SpKK). Baca selengkapnya di sini

 

Baca cerita lengkap tentang reuni ini di sini : 26 Perempuan, 26 Tahun Kebersamaan, Rayakan Aneka Warna Perempuan Indonesia

 

 

 

 

 

 


Mencintai Produk Lokal September 17 2015

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Lokasi : The Kartipah, Bandung

Kita semua tahu, semakin banyak hasil produksi industri lokal yang kita pakai, semakin besar peran kita dalam menghidupkan ekonomi negara. Tetapi jangan berhenti di situ! Carilah produk yang merupakan hasil UKM, handmade, seperti batik, tenun dan bordir tangan. Yang akan terbantukan secara langsung adalah pengrajin-pengrajin lokal yang tekun melestarikan budaya bangsa. Mereka tidak peduli pada fashion, trend dan profit besar. Mereka hanya ingin dihargai pekerjaannya yang rumit itu.
Kalau kita rajin mencari, banyak sekali produk handmade yang berkualitas, dan desainnya cocok untuk berbagai kebutuhan, dari yang simple untuk sehari-hari, rapi untuk bekerja, nyaman untuk traveling, mewah untuk pesta, kebaya untuk acara resmi, sopan untuk hijab. Soal styling memang harus dipelajari, tapi kalau memang niat, akan menyenangkan karena kita bisa mengoleksi produk-produk yang sifatnya limited items alias tidak ada banyak di pasaran, sehingga kita bisa memiliki indivual style yang susah ditiru orang lain. Selain itu, kalau pintar-pintar memilih, banyak produk lokal yang memiliki nilai craftsmanship tinggi seperti batik tulis, tenun asli, sulaman, yang nantinya akan semakin berharga sebagai collector’s item dan menjadi harta yang dapat diwariskan kepada anak cucu kita.


Magazine Editorial : Cosmopolitan / Sexy in Heritage August 13 2015

I just love Cosmopolitan's August 2015 issue, which has a huge 10-page spread on how authentic Indonesian ethnic fashion can be really sexy! Here on page 196, Indische is worn together with the big names Didi Budiardjo and Ghea Fashion Studio. 

To see the rest of the spread, presenting Iwan Tirta Private Collection, Zara, Manjusha Nusantara, House of Irsan, and Mel Ahyar, get the August issue now before they run out!