Media & Events

Profil Wanita Indonesia : Jeany Ratna Komala (Ncik), pemilik NUHM Solution & Operational Manager Tonny's Catering September 17 2015

Bergerak di bidang catering sejak 1997, kemudian merambah ke wedding/event organizer di tahun 2004, nama Ncik sudah lama sekali dikenal untuk segala urusan perpestaan di Bandung. Beruntunglah saya, sempat dibantu oleh teman lama yang satu ini, untuk urusan catering saat saya menikah 9 tahun lalu! Kerjanya gesit, tapi orangnya lembut dan menyenangkan. Sehingga tidak heran, bisnisnya tidak pernah sepi, bahkan dialah yang terpilih menjadi penanggung jawab acara besar ngunduh mantu Raffi Ahmad & Nagita Slavina yang diadakan di Bumi Sangkuriang, Bandung tahun lalu. Ncik pula yang dipercaya untuk pelaksanaan pernikahan putra dari Keluarga (Alm) Jendral Feisal Tanjung di tahun 2004, termasuk penyediaan catering khusus bagi Presiden RI saat itu Bapak Susilo Bambang Yudoyono. 

NUHM Solutions, Jl. Hegarmanah no. 10, Bandung

Tel : 0816610599

Ncik memakai dress + obi belt (custom designed oleh Indische) dan kebaya Pucuk Rebung

Fotografi oleh Ferry Kana - Make Up oleh Berti - Lokasi : The Kartipah


Profil Wanita Indonesia : Reiva Farah Dwiyana, Dosen Kedokteran dan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (dr. SpKK) September 17 2015

Dilihat dari judulnya saja, sudah tidak perlu banyak cerita soal sosok Reiva. Cantik, langsing, anaknya sudah SMA, bekerja sebagai dosen, dan dokter pula? Satu lagi : wajahnya tidak berubah sejak saya kenal dia waktu SMP! Hahahaha.... 

Dari kecil, Reiva sudah menganggap pekerjaan dokter sebagai profesi yang mulia, karena menyembuhkan orang. Tetapi setelah selesai kuliah, dorongan untuk mengajar juga begitu kuat karena dengan mendidik calon dokter, bisa menyembuhkan lebih banyak orang lagi. Lebih jauh lagi berpikir, maka sekarang fokus Reiva adalah di kesehatan dan edukasi, terutama pada anak-anak, karena menurutnya pendidikan dan kesehatan dimulai sejak lahir dan golden period berada pd 12 tahun pertama kehidupan.

Perhatian Reiva banyak tertuju pada pasien-pasien kecil yang tidak mendapatkan haknya atas kesehatan dan pendidikan yang baik, seperti korban KDRT, penderita HIV akibat orangtuanya narkoba, dll. Di samping beberapa kegiatan organisasi lainnya juga, saat ini Reiva sedang membentuk family support group untuk kasus-kasus kulit anak yg kronis, untuk membantu keluarga dan pasien agar percaya diri dan kualitas hidupnya meningkat. Harapannya, porsi APBN di bidang pendidikan dan kesehatan semakin naik. Negara akan maju kalau pendidikan dan ksehatannya baik. Dgn modal ini kita menjadi bangsa yg kuat, dan bisa bersaing. 

 

Klinik Spesialis Kulit TIVAZA, Jl. dr. Rajiman 16, Bandung

Reiva memakai Black Widow Dress

Fotografi oleh Ferry Kana - Make Up oleh Berti - Lokasi : The Kartipah


Persahabatan Lama September 17 2015

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Jilbab Styling oleh Ira Syafitri - Lokasi : The Kartipah, Bandung 

Semua berawal dari ide teman-teman seangkatan SMA saat chatting di grup WA. Seperti biasa, ngalor ngidul seputar urusan kesenangan perempuan : dandan, baju dan makan!!! Lalu terjadilah rencana sebuah reuni yang paling dahsyat! Kenapa tidak? Sudah ada di antara kami : professional make up artist, fashion designer, jasa catering, pemilik hotel, party venue, restoran, EO, dan banyak lagi! Tetapi cerita ini bukan sekedar tentang reuni seru-seruan. Banyak hal yang ingin saya catat mengenai persahabatan unik kami ini. 

Taruna Bakti adalah sekolah yang pada jaman itu unik dengan bercampurnya murid pribumi dan keturunan Tionghoa dengan jumlah yang sama. Pergaulan anak muda yang tidak mengenali perbedaan antar etnis, agama maupun latar belakang keluarga, mengajarkan kami akan pentingnya saling paham dan kekompakan yang luar biasa sehingga membawa kami ke persahabatan yang terus berlanjut selama lebih dari 25 tahun. Juga kegiatan ekstra kurikulernya (yang untuk ukuran jaman itu sangat bervariasi), memfasilitasi kami untuk menjadi diri sendiri dan serius bidang apapun yang kami minati. Maka tidak heran, banyak di antara kami yang menjadi sukses di bidang-bidang yang kreatif dan tidak lumrah. 

Berikut adalah cerita mengenai saya sendiri dan beberapa sahabat yang ingin saya perkenalkan. Kami semua berkeluarga dan bekerja seperti kebanyakan ibu-ibu lain. Tapi passion yang tinggi membuat kami bahagia karena bisa mencintai pekerjaan yang kami lakukan, dan mengerjakan apa yang kami cintai. Baru merasakan nikmatnya "life begins at 40" bersama-sama teman lama, banyak yang kami banggakan dan syukuri terutama kesehatan dan kekuatan kami untuk terus berkarya di bidang masing-masing. 

Riri Rengganis - Fashion Designer, pemilik Indische. Baca selengkapnya di sini.   

Berti Manurung - Professional Make Up Artist. Baca selengkapnya di sini

Arletta Danisworo - MC & Voice Over Artist, pemilik Letta's Kitchen. Baca selengkapnya di sini.

Anti Gantira - CEO PT. Margahayuland Development. Baca selengkapnya di sini.

Fitri Muliati - Soprano, Pengajar Vokal, Pelatih Paduan Suara, Konduktor. Baca selengkapnya di sini.

Ina Pribadi - Terapis Multi Dimensi (MD) Acupressure & Reflexology. Baca selengkapnya di sini.

Jeany Ratna Komala (Ncik) - pemilik NUHM Solution & Operational Manager Tonny's Catering. Baca selengkapnya di sini.

Tika Garlina - Pemilik The Kartipah Hotel, Iga Dullers, Studio 2510 Bandung & 2510 Kemang Raya 39. Baca selengkapnya di sini.

Reiva Farah Dwiyana - Dosen Kedokteran dan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (dr. SpKK). Baca selengkapnya di sini

 

Baca cerita lengkap tentang reuni ini di sini : 26 Perempuan, 26 Tahun Kebersamaan, Rayakan Aneka Warna Perempuan Indonesia

 

 

 

 

 

 


Profil Wanita Indonesia : Anti Gantira, CEO Margahayuland Development September 17 2015

Saya pertama sekelas dengan Anti saat kami di kelas 1 SMP. Teman yang satu ini sudah cukup terlihat karakternya dari dulu, asertif! Tegas dan jelas apa maunya, mungkin itu juga yang membuatnya sekarang sukses. Lulus dari Studi Pembangunan, Ekonomi UNPAD, lalu bergerak di bidang developer sejak 2003. 2 tahun terakhir ini menjabat sebagai CEO Margahayuland Development, sebuah perusahaan developer yang sudah berdiri lebih dari 40 tahun dan telah membangun lebih dari 50 ribu unit residential, offices maupun commercial area di sekitar Bandung.

Semenjak kepemimpinan dipegang oleh Anti, perusahaannya telah menerima penghargaan segudang, antara lain Indonesia My Home Award 2015, Indonesia Property & Bank Award 2015 (sebagai pengembang visioner dengan pertumbuhan tercepat), Golden Property Award oleh IPW (Indonesia Property Watch), dan Di SWA tercatat masuk dalam 250 perusahaan daerah berskala nasional. 

http://www.mrd.co.id

 Anti memakai kebaya lengan pendek Kartika dan rok lilit batik tulis Gandasari Ceplok

Fotografi oleh Ferry Kana - Make Up oleh Berti - Lokasi : The Kartipah

 


Mencintai Produk Lokal September 17 2015

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Lokasi : The Kartipah, Bandung

Kita semua tahu, semakin banyak hasil produksi industri lokal yang kita pakai, semakin besar peran kita dalam menghidupkan ekonomi negara. Tetapi jangan berhenti di situ! Carilah produk yang merupakan hasil UKM, handmade, seperti batik, tenun dan bordir tangan. Yang akan terbantukan secara langsung adalah pengrajin-pengrajin lokal yang tekun melestarikan budaya bangsa. Mereka tidak peduli pada fashion, trend dan profit besar. Mereka hanya ingin dihargai pekerjaannya yang rumit itu.
Kalau kita rajin mencari, banyak sekali produk handmade yang berkualitas, dan desainnya cocok untuk berbagai kebutuhan, dari yang simple untuk sehari-hari, rapi untuk bekerja, nyaman untuk traveling, mewah untuk pesta, kebaya untuk acara resmi, sopan untuk hijab. Soal styling memang harus dipelajari, tapi kalau memang niat, akan menyenangkan karena kita bisa mengoleksi produk-produk yang sifatnya limited items alias tidak ada banyak di pasaran, sehingga kita bisa memiliki indivual style yang susah ditiru orang lain. Selain itu, kalau pintar-pintar memilih, banyak produk lokal yang memiliki nilai craftsmanship tinggi seperti batik tulis, tenun asli, sulaman, yang nantinya akan semakin berharga sebagai collector’s item dan menjadi harta yang dapat diwariskan kepada anak cucu kita.


Profil Wanita Indonesia : Riri Rengganis, Fashion Designer September 11 2015

Menggambar dan menjahit merupakan hobi saya sejak berumur 8 tahun. Saat masih SD pun, saya sudah biasa berjualan tas buatan sendiri ke teman-teman, dan menjahit baju untuk diri sendiri. Saya kuliah di Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB, lulus tahun 1998, kemudian merantau ke Bali untuk berkarir sambil side job setiap malam sebagai freelance graphic designer. Setelah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga bekerja di industri garmen (Mama & Leon) dan jewelry (John Hardy), ditambah hasil menabung dari proyek freelance maka saya memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri, sebagai supplier seragam untuk hotel & restoran (untuk klien antara lain InterContinental Bali, Four Seasons, All Seasons, Villa Sentosa, Dreamland, dan banyak lagi). Setelah 8 tahun merantau di Bali, saya kembali ke Bandung untuk berkeluarga. Sambil membantu usaha suami (desainer juga) di bidang konsultan retail display (www.acrylife.co.id) dan menanti kelahiran anak pertama di 2008, akhirnya saya berkesempatan untuk membuat brand sendiri yang terinspirasi oleh budaya dan kerajinan lokal, yaitu Indische. 

Indische membuka outlet pertamanya di Pasaraya Jakarta di akhir 2008, dan kemudian melakukan banyak kegiatan promosi di Metro & Centro Department Stores, beberapa tahun bekerja sama dengan online shop Zalora, Novotel Mangga Dua Square, dan juga berpartisipasi di Inacraft dan Indonesia Fashion Week. Tapi saat ini, saya memfokuskan Indische untuk berada di 1 outlet saja yaitu Alun Alun Indonesia dan di online boutique sendiri.

Indische

Outlet : Alun Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta

Online boutique : www.indischedesign.com

Facebook : Indische

Instagram : @indische_

 

Riri memakai dress batik tulis (custom designed), dan kebaya polos Carbaya dari Indische

Fotografi oleh Ferry Kana - Make Up oleh Berti - Lokasi : The Kartipah


Profil Wanita Indonesia : Berti Manurung, Professional Make Up Artist September 11 2015

Teman saya yang bernama lengkap Libertina Timotheus Manurung ini, benar-benar unik sejak pertama saya kenal di SMA. Pendiam, dan berjiwa seni tinggi… tidak seperti anak remaja pada umumnya yang hobinya main melulu, sebab Berti sudah fokus dengan minatnya di bidang tata rias sejak kecil. Sejak TK Berti belajar dari ibunya (yang merupakan seorang perias pengantin), dan sudah memenangkan juara 1 perlombaan makeup di tingkat Jabar dan Nasional di usia 11. Bahkan, saat kelas 5 SD Berti sudah menjuarai lomba-lomba tata rias yang peserta lainnya dewasa semua. Menginjak SMA Berti sudah merias pengantin secara profesional, dan saat kuliah di IESP Universitas Parahyangan (S1 Ekonomi), berani membuka salon dengan nama sendiri, bukan lagi di bawah nama ibunya. 

Karya Berti sekarang bisa dinikmati di fashion spread majalah-majalah ternama seperti Femina, Bazaar Indonesia, Amica, Beladona, dll. Tetapi idealisme yang tinggi membawa Berti juga ke dunia pendidikan tata rias. Hingga saat ini, sudah ratusan murid yang mengikuti kursus makeupnya, hingga tidak sedikit yang juga menjuarai lomba-lomba tingkat nasional. Bahkan Berti sudah mencetak puluhan professional makeup artist Indonesia yang kemudian membuka salon sendiri ataupun berkarir sebagai MUA di luar negeri. 

Sekarang pun, salah satu anak Berti yang masih berumur 8 tahun sudah mengikuti jejak ibunya berkarya di bidang make up. 

Berti Bridal / Make Up Artist / Make Up Course 

Jl. Pendawa 50, Pajajaran Bandung

tel : 022-6011277

WA : 08122020433

 

Berti memakai kemben dress custom designed by Indische, dengan kebaya kutung Pucuk

Fotografi oleh Ferry Kana - Lokasi : The Kartipah, Bandung


Patahkan Stereotip : Tampil dengan Gaya Etnik untuk Tubuh Berukuran Besar September 11 2015 1 Comment

Fotografi oleh Ferry Kana - Busana oleh Indische - Make Up & Rambut oleh Berti - Lokasi : The Kartipah, Bandung

Indische diciptakan untuk wanita Indonesia, yang sangat bermacam-macam kecantikannya. Sejak awal mendesain untuk brand ini, saya ingin mematahkan stereotip soal styling yang selama ini sudah terlalu didikte oleh fashion barat, yaitu pemahaman mengenai apa yg pantas dan tidak pantas dipakai oleh tubuh langsing maupun besar. Selama ini, saya melihat jurang pemisah yang terlalu jauh antara estetika fashion yang dipakai wanita bertubuh ideal (berani menampilkan lekuk tubuh & warna cerah), dengan fashion yang dipakai wanita bertubuh besar (selalu mencari warna gelap, desain menghindari lekuk tubuh alias "gombrang" dengan alasan menutupi lemak, harus lengan panjang, dsb.) Padahal, kadang gaya gombrang yang kurang tepat itu justru semakin menunjukkan proporsi tubuh yang pendek atau gemuk, dan belum lagi efek warna gelap yang membuat si pemakai semakin kehilangan jiwa mudanya. 

Lebih spesifik lagi, di Indonesia sekarang sedang asik-asiknya apresiasi terhadap busana bernuansa etnik/lokal. Tetapi sayangnya, kebanyakan wanita bertubuh besar di sini masih terjebak dalam keterbatasan pilihan pada gaya yang itu-itu saja. 

Sebenarnya ada banyak tips untuk mencari baju yang tepat bagi tubuh besar :

  • Pilihlah kain atasan yang ringan dan adem, seperti 100% katun, rayon woven, rayon spandex, atau chiffon (boleh sutera maupun polyester). Untuk bawahan bergaya etnik, gunakan tenun tipis seperti Tenun Troso atau Bali, atau batik tradisional "doby", yaitu kain campuran katun+polyester yang sering digunakan untuk batik yang "jatuh dan menggeloyor" tapi lebih ekonomis daripada sutera asli. Dengan cara ikat sarung yang kreatif, doby bisa memberi kesan lebih langsing dibandingkan dengan memakai batik 100% katun yang cenderung kaku dan "bulky".
  • Ukuran sangat menentukan! Jangan pernah memilih baju yang kesempitan dengan harapan akan tampak lebih langsing, ataupun yang kebesaran dengan harapan akan menutupi gelambir. Ukuran yang tepat adalah dengan kelonggaran secukupnya saja, bergantung pada style baju (yaitu antara 4-8cm keliling di area dada, pinggang dan pinggul). Kalau memang badan tidak standard dan sulit mencari baju jadi yang cocok, carilah tukang jahit yang bisa membuatkan sesuai ukuran. Custom tailoring adalah kunci! 
  • Wanita yang lebih besar di daerah atas (leher, bahu, payudara) dibandingkan dengan bawah (pinggul, kaki) bisa memilih desain yang lebih simpel di atas tetapi ramai dan menarik di bawah. Ramai tidak musti berupa motif, tapi bisa juga berupa potongan, lipatan/pleats yang unik, supaya fokus tertarik ke bawah. 
  • Tidak semua detail lipat/pleats atau draping pada baju itu menggemukkan. Ada kalanya, misalnya rok span yang polos akan membuat tampak lebih gemuk dibandingkan dengan rok yang ada detail draping di perut atau pinggul. Kadang, detail semacam itu kalau didesain dengan tepat, justru sangat mempercantik dan menutupi bidang lebar itu sehingga akan tampak lebih langsing. 
  • Warna gelap memang melangsingkan. Tetapi tidak berarti semuanya harus gelap. Aksen cerah tetap dibutuhkan baik itu dari motif atau aksesoris. 
  • Prinsip saya, untuk apa menutupi lengan besar kalau toh semua orang juga sudah tau bahwa kita memang gemuk? Hahaha... Sesekali kita boleh kok, memakai baju casual berlengan pendek, cap sleeves atau bahkan kutung, asalkan memang sesuai situasi (appropriate). Yang penting, bajunya sendiri tidak boleh terlalu ketat. 
  • Detail elemen handmade yang simple tapi cantik pada baju akan mengalihkan perhatian orang terhadap bidang yang lebar akibat gemuk. Janganlah terjebak pada batik terus. Beranikan diri untuk memakai warna polos tapi beraksen bordir dengan warna benang senada (tone-on-tone), atau opnaisel, dsb. Coba padukan dengan bawahan tenunan tradisional yang warnanya tidak terlalu kontras (calm).
  • Motif tenun sifatnya lebih geometris sehingga cenderung lebih melangsingkan daripada batik tradisional yang pada umumnya bermotif floral dan tidak beraturan.

Lihat foto-foto selengkapnya Indische dipakai oleh 26 wanita Indonesia dengan berbagai macam perbedaan dan kecantikannya di sini.

 


Magazine Editorial : Cosmopolitan / Sexy in Heritage August 13 2015

I just love Cosmopolitan's August 2015 issue, which has a huge 10-page spread on how authentic Indonesian ethnic fashion can be really sexy! Here on page 196, Indische is worn together with the big names Didi Budiardjo and Ghea Fashion Studio. 

To see the rest of the spread, presenting Iwan Tirta Private Collection, Zara, Manjusha Nusantara, House of Irsan, and Mel Ahyar, get the August issue now before they run out! 

 


How to Wear Kecak July 05 2015 2 Comments

I designed the "Kecak" based on the common diaper pants you can find in many places like Bali and Thailand, but modified it with extra pleats for a unique look. I named it "Kecak" only because it looks like a casual knee-length sarong but is able to be worn safely with your legs wide open, like when dancing the Kecak (a very dynamic traditional Balinese dance). 

For everyone who gets confused about how to wear our signature "Kecak" style diaper pants, here's how you do it.
1. The end with the label goes on the back side
2. Tie front side to the back, then back side to the front
3. Wear with a simple top, body-fitting style is better
4. Be confident and don't worry about your bum looking large because of the bulky pleats. That's what makes it cool and that's why it has to be balanced with the simple body-fitting top!

 

 

 


Berkunjung ke kampus, berbagi cerita dengan para mahasiswa Program Studi Kriya May 22 2015

Beberapa hari yang lalu seorang teman lama, Kahfiati Kahdar yang merupakan salah satu dosen di Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa & Desain ITB, meminta saya untuk ikut menengok sebuah pameran hasil karya mahasiswanya. Pameran ini menampilkan hasil studi mereka selama 6 bulan mengenai proses "Image Analysis". Dalam rangka pembukaan pameran tersebut, saya diminta untuk berbagi komentar/kritik, pengalaman dan wejangan kepada para mahasiswanya berkaitan dengan proses desain ini di dunia nyata. 

Proses studi mereka ini berawal dari pencarian tema, pembuatan moodboard, penggalian lifestyle, studi motif, tekstur dan warna, lalu mengaplikasikannya pada produk riil. Selain itupun mereka dilatih untuk membuat presentasi dalam bentuk display pameran, dan juga showreel atau video clip yang mewakili image temanya. Dan hasilnya? Keren abis! 

Senang sekali bisa berbagi di tempat saya dulu tumbuh. Walau berbeda program studi (saya dulu belajar Desain Produk, bukan Tekstil ataupun Fashion)... teori-teori ini berlaku sama untuk semua bidang desain. Kesimpulan dari wejangan saya kepada mereka? Dalam realitanya, jarang sekali akan ada proyek yang memberi kita "the luxury of time" untuk bisa menjalani proses ini secara lengkap dan maksimal, apalagi sampai 6 bulan hahaha. Kenyataannya, kadang ini harus bisa dilakukan juga secara alam bawah sadar di dalam otak saja dalam waktu 3 hari! Semua bergantung pada deadline dan semua distractions lainnya yg terjadi dalam pekerjaan dan kehidupan kita nanti. Jadi, semakin jago seorang desainer itu semakin cepat dia bisa melakukan proses ini. Di situlah dibutuhkannya latihan dan pengalaman. So, good luck kids!

 


Anything is possible…. if you can't find or buy it, then make it! May 02 2015

Bulan Mei adalah bulan spesial untukku. Mamaku ulang tahun. Mamakulah yang mengajarkan aku ilmu menjahit sejak aku berumur 8 tahun, dengan tujuan sederhana : supaya menghemat. Tetapi di luar itu, ternyata esensi dari hobi menjahit itu adalah: anything is possible…. if you can't find or buy it, then make it! Berkat itulah aku menekuni jahit menjahit yang bermula sebagai hobi sampai sekarang mulai menjadi bisnis yang menyenangkan. 

Padahal Mamaku dari dulu selalu bekerja, sibuk sekali sebagai apoteker, sambil membesarkan 3 anak. Dipikir-pikir, kok sempat ya mengajariku menjahit sampai detail? Bahkan di umur 10 tahun, aku sudah bisa membuat jaket untuk kakakku, lengkap dengan kerah, kantong dan retsleting (tapi mungkin juga dia mau pakai hanya untuk menyenangkan hati adiknya saja hahaha)! Di umur 11 tahun, aku bisa membuat tas-tas kecil menggunakan bahan bekas (beli di loakan) dan dijual ke teman-teman di sekolah. Dan selama SMA semua seragam sekolahku itu kubuat sendiri supaya bisa berbeda kerah dan ban pinggangnya…. (maklum, masa remaja adalah masa eksistensial dimana aku selalu ingin berbeda dari yang lain!)

Kembali ke masa lalu, aku paling senang melihat foto ini, terlihat Papa yang begitu antusias setelah membelikan mesin jahit pertama mereka. Mungkin buat orang lain ini biasa saja, tapi bagiku, this photo speaks a thousand words. Dukungan dari Papa luar biasa supaya Mama masih bisa menjalani hobinya walaupun sibuk bekerja kantoran juga. Bahkan, Papa pun ikut menjahit baju sendiri juga!!! Sedangkan sekarang, beruntung juga aku, bisa memiliki suami yang juga supportive sekali dengan hobiku ini. Kalau semua dikerjakan bersama-sama baik itu urusan pekerjaan, hobi dan membesarkan anak, pasti menyenangkan dan menghasilkan!

... and so comes the ultimate words of inspiration : If you can't find it, then sell it!

 


Magazine Editorial : Chic / Inspirasi Kebaya Ncim Masa Kini June 17 2014

Check out June's issue of Chic Magazine, and see what it looks like if Indische is combined with brands like Mango & Zara!!!


Coaching Kementerian Perdagangan : Adaptasi Produk Jasa Profesi "Peningkatan Produk Ekspor Melalui Fashion Designer" April 16 2014


Zalora Digital Fashion Show at Indonesia Fashion Week 2014 February 22 2014


Photo Shoot by Agus Widodo, Bali, 2014 January 31 2014

Here is the latest photo shoot we have done for Indische's 2014 collection. Photographed by my very good friend Agus Widodo, in Bali. 


Magazine Editorial : Pesona / Serunya Berkain April 16 2013

Pesona fashion magazine, April 2013 edition
1. Spring (Broken White Sleeveless Kebaya)
2. Mega Mendung Belt (Hand Embroidered Obi Belt)
3. Estelle (Casual Top with Hand Embroidery)

 


Fashion Show at Indonesia Fashion Week 2013, Jakarta February 22 2013

See video : http://www.youtube.com/watch?v=ZKGv4At3wh0

 


Fashion Show at Novotel Mangga Dua Jakarta / 2013 New Year's Eve January 01 2013


Web Editorial : Femina Fashion Tips / Elegansi Kebaya Encim Peranakan August 27 2012

Go to link : http://www.femina.co.id/mode/fashion.tips/elegansi.kebaya.encim.peranakan/001/005/180


Photo Shoot by Ade Adinata, Bali, 2009 September 23 2009